Ne’ ubi ini adalah orang dari Angus(Panso sekarang ini), Ne’ Ubi ini sangat senag berjalan-jalan kehutan untuk mencari makanan (berburu).
Pada suatu hari Ne’ Ubi ini berjalan kesuatu tempat, untuk mencari binatang buruan dan dia berjalan seharian penuh menyusuri hutan belantara, tetapi satu ekor pun ia berjumpa dengan binatang buruan. Dan tiba-tiba hari gerimis, Ne’ Ubi pun berkasak-kusuk membikin pondok untuk tempat berteduh, dan belum ia sempat jadi pondok yang ia bikin itu hujan panaspun turun, tiba-tiba ia mendengar ada suara yang memanggil namanya, ia tersentak kaget, sambil bertranya-tanya di dalam hatinya siapa yang memanggil dirinya.
Ia (ne’Ubi) semuala tidak menghiraukan suara yang menyebut/memanggil dirinya itu, tetapi suara itu semakin lama semakin keras, dan mendengar suara yang semakin keras itu Ne’Ubi pun menyahut, ia ini saya, siapa yang memanggil saya? (Tanya Ne Ubi dengan suara itu), lalu suara yang tidak di ketahui itu berkata kepada Ne’ Ubi, Ubi kamu jangan sering membunuh binatang di sini, lebih baik kamu lindungi, dan kamu harus betapa selama tujuh hari tujuh malam di tempat ini. Setelah hujun mulai reda suara itu pun mulai sedik menjauh. Ne’ Ubi pun terdiam sejenak memikirkan kata-kata yang ia dengar tadi, dan Ne’ Ubi bejalan sambil berkata “ lebih baik aku pulang dulu, dan memikirkannya di rumah” kata Ne’ Ubi di dalam hatinya sambil berjalan menju pulang.